JAMUR TIRAM
Mungkin
bukan sesuatu yang asing lagi buat sebagian masyarakat tentang jamur tiram,tapi
mungkin ada bagian dari anda yang belum tau tentang jamur tiram, jamur tiram
awalya adalah jamur liar yang tumbuh di kayu kayu yang sudah mati n membusuk
namun sekarang jamur tiram sudah banyak di budidayakan di negara negara jepang,
thailan, india, bahkan di indonesiapun jamur tiram sudah begitu pesat
dibudidayakan, selain rasanya
yang enak, jamur tiram juga mengandung berbagai vitamin yang baik untuk
kesehatan manusia, dan cara memasaknyapun tidak sulit ( seperti sayur
padaumumnya).
Di
indonesia sendiri jamur tiram memiliki bermacam macam strain ada juga yang
berwarna, pink, ungu, coklat, kuning namun yang paling terkenal dan menonjol di
pasaran adalah yang berwarna putih. Dari segi rasapun jamur tiram dengan warna
tertentu akan berbeda dengan warna lainya, sebagai contoh tiram warna coklat
rasanya akan berbeda dengan tiram putih, dsb.
Untuk membuat jamur tirampun di
indonesia tidaklah sulit, selain bahannya sangat melimpah dari suhunyapun
sangatlah mendukung, nah kalo gambar yang satu ini adalah contoh budidaya jamur
tiram di tempat saya, ini adalah salah satu baglog (media tumbuh) jamur tiram
jumbo milik saya, panen awal satu baglog mencapi berat jamur 1kg,
yah berat panen jg di tentukan dari besaran baglog, kalo yang ada di gambar ini
baglog ukuran 60x70 hehehe ga heran dong kalo bisa mencapai 1kg awal panen,
kalo yang umum di buat di indonesia adalah yang ukuran 18x35 atau 18x30 atau
17x35, nah seperti yang nampak di belakang baglog jumbo yang masih di rak
itulah yang biasa di bikin oleh sebagian pembudidaya yaitu baglog ukuran 18x35
Bahan bahan yang di gunakan untuk
membuat baglog juga sederhana dan melimpah di sekeliling anda,
Bahannya antara
lain
1.
Serbuk
kayu (gergejen sengon) ( 10 karung )
2.
Bekatul/dedak
padi ( sukur” dari jagung, itu lebih bagus) (1kw)
3.
Kapur
(bisa kapur, dolomite, calsium atau kapur gamping ) kalo saya sih biasah pake
kapur gamping (20kg)
4.
Air
bersih secukupnya
Cara membuatnya
Aduk hingga
merata ketiga bahan tersebut 1-3, setelah benar benar merata barulah tambahkan
air bersih kemudian di aduk lagi sampai merata, hingga campuran keempat bahan
tersebut di kepal tidak hancur dan jangan terlalu basah.
Nah setelah
adukan tersebut jadi, tutup bahan tersebut sampai satu malam (untuk
fermentasi). Setelah menunggu satu malam barulah media tersebut di buat baglog.
Setelah menjadi
baglog, kukuslah dengan menggunakan drum, bangker atau juga bisa dengan boiler,
kukuslah selama kurang lebih 8 jam dengan suhu 100°c dengan menggunakan gas atau kayu bakar,
Kemudia
dinginkan baglog tersebut selama kurang lebih 24 jam, setelah baglog benar
benar dingin barulah di kasih bibit f2 yang bisa di beli di penjual bibit jamur
tiram.
Nah kira kira
seperti itu gan informasi jamur tiram dari saya, cara pembuatannya jg mudah
bukan ?
Maksih gan udan
mampir di blog saya, liat juga artikel lainya ya,,



Tidak ada komentar:
Posting Komentar