Selasa, 14 Maret 2017

JAMUR TIRAM



JAMUR TIRAM





 
Mungkin bukan sesuatu yang asing lagi buat sebagian masyarakat tentang jamur tiram,tapi mungkin ada bagian dari anda yang belum tau tentang jamur tiram, jamur tiram awalya adalah jamur liar yang tumbuh di kayu kayu yang sudah mati n membusuk namun sekarang jamur tiram sudah banyak di budidayakan di negara negara jepang, thailan, india, bahkan di indonesiapun jamur tiram sudah begitu pesat dibudidayakan, selain rasanya yang enak, jamur tiram juga mengandung berbagai vitamin yang baik untuk kesehatan manusia, dan cara memasaknyapun tidak sulit ( seperti sayur padaumumnya).
Di indonesia sendiri jamur tiram memiliki bermacam macam strain ada juga yang berwarna, pink, ungu, coklat, kuning namun yang paling terkenal dan menonjol di pasaran adalah yang berwarna putih. Dari segi rasapun jamur tiram dengan warna tertentu akan berbeda dengan warna lainya, sebagai contoh tiram warna coklat rasanya akan berbeda dengan tiram putih, dsb.


            Untuk membuat jamur tirampun di indonesia tidaklah sulit, selain bahannya sangat melimpah dari suhunyapun sangatlah mendukung, nah kalo gambar yang satu ini adalah contoh budidaya jamur tiram di tempat saya, ini adalah salah satu baglog (media tumbuh) jamur tiram jumbo milik saya, panen awal satu baglog mencapi berat jamur 1kg, yah berat panen jg di tentukan dari besaran baglog, kalo yang ada di gambar ini baglog ukuran 60x70 hehehe ga heran dong kalo bisa mencapai 1kg awal panen, kalo yang umum di buat di indonesia adalah yang ukuran 18x35 atau 18x30 atau 17x35, nah seperti yang nampak di belakang baglog jumbo yang masih di rak itulah yang biasa di bikin oleh sebagian pembudidaya yaitu baglog ukuran 18x35
 


        
            Bahan bahan yang di gunakan untuk membuat baglog juga sederhana dan melimpah di sekeliling anda,
Bahannya antara lain
1.       Serbuk kayu (gergejen sengon) ( 10 karung )
2.       Bekatul/dedak padi ( sukur” dari jagung, itu lebih bagus) (1kw)
3.       Kapur (bisa kapur, dolomite, calsium atau kapur gamping ) kalo saya sih biasah pake kapur gamping (20kg)
4.       Air bersih secukupnya
Cara membuatnya
Aduk hingga merata ketiga bahan tersebut 1-3, setelah benar benar merata barulah tambahkan air bersih kemudian di aduk lagi sampai merata, hingga campuran keempat bahan tersebut di kepal tidak hancur dan jangan terlalu basah.
Nah setelah adukan tersebut jadi, tutup bahan tersebut sampai satu malam (untuk fermentasi). Setelah menunggu satu malam barulah media tersebut di buat baglog.
Setelah menjadi baglog, kukuslah dengan menggunakan drum, bangker atau juga bisa dengan boiler, kukuslah selama kurang lebih 8 jam dengan suhu 100°c dengan menggunakan gas atau kayu bakar,
Kemudia dinginkan baglog tersebut selama kurang lebih 24 jam, setelah baglog benar benar dingin barulah di kasih bibit f2 yang bisa di beli di penjual bibit jamur tiram.
Nah kira kira seperti itu gan informasi jamur tiram dari saya, cara pembuatannya jg mudah bukan ?
Maksih gan udan mampir di blog saya, liat juga artikel lainya ya,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LAGI GALAU